Menyatu Dalam Hidup
Kita terbangun dari tidur dan mencoba meraih mimpi-mimpi. Namun kita percaya, impian tidak pernah begitu jauh dari kita, saat kita menyatu dan tangan kita dipegang sangat kuat oleh tangan yang lain. Untuk terus merajut tradisi melintasi waktu, melintasi ruang, dan generasi.
Palapan, adalah falsafah bangsa ini yang mengandung sebuah kebesaran tekad untuk "Menyatu Dalam Hidup". Palapan berarti sifat yang mendatangkan kebaikan. Dan segala wujud kebaikan adalah buah ketekunan dan kerja keras yang gigih. Buah yang ditanam oleh tangan-tangan orang yang berjiwa yang besar.
Akankah buah itu dipetik? Sejauh apa kita akan memanjat? Nyatanya Palapan adalah 'Buah Cita-Cita' luhur orangtua kita, para pendiri bangsa yang "Menyatu Dalam Hidup" dan menjadi cermin pribadi masyarakat Indonesia yang rukun sejahtera.
Di ketinggian itulah buah Palapan tumbuh, buah impian leluhur bangsa ini, yang tentu untuk menggapai apa yang diimpikan oleh orang-orang bijak di masa lalu, kita juga akan berjuang dengan cara mereka, yakni "Menyatu Dalam Hidup".
Kita menyatukan langkah seiring waktu untuk menorehkan bukti keberadaan kita sebagai bangsa yang berjiwa besar dan berani. Tentu bangsa yang besar adalah barisan orang-orang besar yang mengerahkan seluruh energinya untuk bersatu.
Dalam perjalanan kita menuju ke sana, kita menyusuri jejak langkah seorang kesatria besar di Nusantara, dialah Gadjah Mada. Dengan segenap kekuatan diri kita, kita belum akan menikmati buah impian, sampai kita "Menyatu Dalam Hidup" dan merajut kekayaan tradisi kita ini dari Sabang, sampai ke Merauke.